Tampilkan postingan dengan label Dayri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dayri. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 27 Januari 2018

I'm Back

Judulnya kepedean .. hahaa.. siapa juga yang nungguin..? emang nggak ngarep ada yang nungguin juga sih.. ^_^

Tadi buka blog buku, ya ampun.. ternyata dah setahun nggak nulis di sana. Rasanya tak termaafkan, ya. Jadi inget kata Andi, "Dulu Ibu bilang, nggak mau jadi Asmen Kesiswaan karena nggak mau sibuk banget, sampe nggak sempet nulis.."

Jleb banget, Di! Ternyata setelah nggak jadi Asmen, teuteup aja aku nggak sempet nulis. Pulang sekolah, hanya lelah yang tersisa. Rasanya sih pingin menolak kenyataan kalau ini mungkin tersebab usia. Nggak bisa dipungkiri, menjalani kepala 4, emang jadi cepet capek. Tapi harusnya jangan dijadikan alasan banget, toh orang lain pun sesama kepala 4, banyak yang produktif. Entahlah, kadang aku ngerasa energi melorot terjun bebaass..

Mungkin karena perjalanan masa laluku yang diterjang badai.. tsaaahh.. mulai deh baper. Heup ah, nggak boleh ngerasa jadi orang yang paling malang sedunia. Orang lain banyak juga yang lebih dahsyat badainya.

Tapi, akhir-akhir ini aku jadi orang yang cengeng banget. Kenapa ya, gampaang tumpah air mata. Mungkin juga karena aku nggak punya 'teman'. Aku nggak pernah bisa cerita sama siapa pun, tentang apa yang terjadi di hidupku. Aku mendengar orang-orang menceritakan aneka masalahnya, dan aku tetap bergeming, mulutku terkunci. Bahkan untuk menuliskannya pun aku tak kuasa. Aku ingin mengubur semuanya. Tapi, mana bisa..? Lembaran ingatan tentang itu, selalu saja terbuka kembali ketika ada sesuatu yang sedikit saja nyambung ke arah itu.

Back to kembalinya aku nulis di sini.. hmm.. semoga bisa konsisten. Terbiasa nulis lagi. Kembali larut dalam lautan kata-kata. Setidaknya aku jadi bisa nyicil utang naskahku yang masih belum tergarap. Ya ampuun.. setiap aku melihat nama Mbak editor di sosmed, spontan deg-degan nggak karuan.. hahaa..

Oh iya, belom lagi utang review buku.. hadeuh.. blog bukunya aja belom bisa kebuka. InsyaAllah mau dicicil juga lah ngereview, kalau blog bukunya dah welcome.. hehe..

Pinginnya sih pingin mengurangi aktivitas sama hp juga nih. Buka-buka grup itu nyita waktu banget. Tapi aku ngerasa bukan ngobrol nggak karuan. Terutama di grup penulis sama grup Keluarga Tasaro, itu mah diskusi-diskusinya menggoda banget buat diikuti.

Pada akhirnya, aku pingin bisa menej waktu dengan lebih baik. Pingin waktu yang berkah. Pingin bisa nulis buku yang bermanfaat. Pingin meninggalkan hal-hal yang sia-sia. Pingin jadi orang keren lah yang prestasinya Oke. Aamiin..  
                                                              gambar diambil dari sini

Kamis, 17 April 2014

Keajaiban Itu Ada

Hai Day, aku lagi terbengong-bengong setelah beberapa saat lalu, mendapat sms dari kakakku yang tinggal nun jauh di Pekanbaru sana. Nda, besok mau ditransfer, itu bunyi smsnya. Bener-bener takjub, betapa Allah menurunkan pertolonganNya sungguh di saat yang persis tepat banget.

Kalimat 'Allah akan memberikan rezeki dari arah yang tak disangka-sangka' memang sudah sangat familiar. Tapi ketika saat terdesak itu tiba, aku kok selalu lupa pada kalimat itu. Maka aku sibuk bergumam sendiri, bagaimana caranya bisa memperoleh rupiah demi mememenuhi kebutuhan sehari-hari.

Dompet isinya tinggal beberapa lembar warna abu-abu dengan wajah Pangeran Antasari yang berwibawa. Aku termangu. Hari-hari ke depan, anak-anak sekolah ongkosnya bagaimana? Kalau beras masih ada, karena biasa beli untuk jatah sepekan. Buat teman nasi, ada telur yang baru aku beli kemarinnya, cukup banyak sebagai persediaan. Berarti masalah perut, aman.

Nah, ketika aku sedang termenung itu-lah, sms itu tiba. Subhanallah.. siapa coba yang menggerakkan hati kakakku untuk transfer uang buat aku dan anak-anak. Terbukti banget kan, Allah itu tidak tidur, tidak akan mungkin menzhalimi hambaNya. Dari kemarin, nggak kepikir sama kakak yang satu itu, karena jarak yang memisahkan kami, sehingga komunikasi nggak se-intens kakak-kakak yang ada di sini. Tapi ternyata, dia-lah yang Allah pilih sebagai jalan untuk pembuka rupiahku,

Allah maha tahu sepak terjangku. Aku hanya berusaha berjuang sekuat yang aku bisa. Meski sejujurnya, kadang aku merasa kurang gambatte. Acap aku kurang keras pada diri sendiri. Aku sering mengalah pada tubuhku. Menyerah pada kantuk, sehingga percepatan menulisku kedodoran. Tak berdaya pada letih dan pegal anggota badan.

Aku nggak tahu Day, ujung kisah terpurukku ini akan memiliki ending seperti apa. Jelas aku tak ingin selamanya hanya menadah tangan di bawah. Kamu nggak pernah bisa ngebayangin kan, Day.. gimana rasanya menjadi orang yang diberi sedekah oleh orang lain?

Tapi aku yakin, keajaiban itu ada. Aku harus yakin itu. Kekuatanku mengandalkan doa. Berharap aku-lah yang akan mendapat keajaiban mengesankan dariNya. 

Minggu, 13 April 2014

Catatan Harian

Dari dulu hingga sekarang banyak orang yang suka menuliskan apa pun yang dirasakan, dialami, dan diidamkannya dalam tulisan. Bentuk yang paling sederhana adalah dalam buku harian atau diary.

Aku juga dulu punya buku harian. Kusimpan baik-baik, kurahasiakan, jangan sampai ada orang lain yang membacanya. Setelah menjadi emak, kegiatan itu sudah aku stop sama sekali. Entah aku sudah kehilangan gairah mungkin ya, soalnya dulu diary-ku banyak bercerita tentang 'dia'.. hihi.. Dan beberapa hari sebelum menikah, aku menutup kisah laluku dengan membakar semua diary-ku, tak bersisa. Hingga mungkin semangat menulis diary pun ikut terkubur bersama abu diary-ku. Oh ya, namanya Dayri.

Berbilang tahun kemudian, ketika aku mulai melek pada dunia sosmed, aku mulai tergerak untuk kembali menulis. Termasuk keinginanku untuk menulis diary. Aku kangen si Dayri.

Males aja kan, kalau harus menulis dengan pulpen seperti dulu. Maka aku pun mulai berpikir untuk menulisnya di komputer, di sebuah ruang yang orang lain tidak bisa melihatnya. Sepertinya, blog bisa menjadi Dayri-ku.

Ternyata eternyata aku melihat bahwa blog itu dengan leluasa dikunjungi orang-orang. Siapa pun bisa membaca. Hmm.. akhirnya aku setengah-setengah menulis ala diary di blog. Tulisanku beraneka, ada resensi, ada cerpen, ada tulisan lomba-lomba, dll. Belakangan, resensi dah ada blog tersendiri. Laluu.. sekarang aku mulai memikirkan untuk mulai ngobrol lagi sama Dayri-ku. Ah, aku tak hirau dengan orang-orang, karena kukira blogku ini sunyi senyap, siapa pula yang mau melirik. So, aku akan mulai menuliskan apa yang terjadi dalam dunia sekitarku.

Semoga bisa setiap hari. Jadi aku punya catatan yang terdokumentasi, yang mungkin suatu saat akan berguna. Tentang Ghulam, sulungku yang merasa punya suara merdu, atau Zidan, anak keduaku yang sering bolos sekolah, atau Nadia, my princess, yang masih sulit untuk nggak ngompol kalau malam, dan terakhir bungsuku, Salman, yang aku nggak bisa nggak untuk memanjakannya.

Oh ya, mungkin juga aku akan menulis tentang murid-murid di sekolahku, murid-murid les bahasa Inggrisku, proyek menulisku, tetanggaku, saudara-saudaraku, dan siapa juga apa saja.

Ok, Dayri.. sampai ketemu nanti yaa.. :)