Minggu, 27 Mei 2012

FF Cat Story


Braaakk!
Tempat sampah yang  mematung di samping pintu dapur, tersenggol kaki si Kumis yang melesat kabur, diikuti si Hitam, teman seperjuangannya. Mata lelaki itu beralih dari piring kosong, ke arah suara yang mencurigakan itu.

“Kucing Keparat.. Jangan kau kembali lagi ke sini!” gelegar suara lelaki itu sambil bergegas memburu jejak si Kumis dan si Hitam yang berlari berpencaran.

Si Kumis merapatkan tubuhnya ke balik dinding poskamling di ujung gang, berharap tubuhnya tak nampak dari jalan. Hhhh.. ia menarik nafas lega, tak ada tanda-tanda pengejaran. Matanya memicing, mengarah pada sosok-sosok di balik pohon, tak jauh dari persembunyiannya. Lalu, hadir di hadapannya dua pasang mata bening  menatapnya sarat cinta. 

Si Kuning dan Si Belang beringsut. Mereka menghambur ke dalam pelukannya. Si Kumis menyambut hangat penuh belaian mesra.

“Ah.. tak mengapa diusir dari rumah Annisa. Aku masih tetap Don Juan, dikelilingi bidadari-bidadari jelita,” pikirnya.


4 komentar: