Minggu, 27 Mei 2012

Hadiah Sang Juara


Dug! Dug!
Jantungku berdetak lebih cepat demi melihat Bapak Pejabat dari Kementrian Negara Urusan Kreativitas Rakyat menghampiri podium untuk mengumumkan hasil Lomba Kreativitas Kelompok Ibu-Ibu Kreatif. Ada rupa-rupa lomba yang diadakan, yaitu: Lomba Menulis, Lomba Menari, Lomba Menyulam, Lomba Mengaji,  Lomba Mengisi TTS tentang dunia pendidikan dan kewanitaan, Lomba Lari Estafet, dan Lomba Melukis. Lomba ini berlangsung di ibukota, dengan peserta dari berbagai kota di sekitarnya.

Bapak Pejabat itu mengumumkan satu demi satu para pemenang, dengan gayanya yang sok memancing rasa ingin tahu penonton. Dilambat-lambatkannya irama suara, dibolak-baliknya urutan kejuaraan, dipasangnya mimik wajahnya se-ekspresif mungkin, Bah!

Sorak sorai membahana. Penonton dari berbagai kota itu melonjak-lonjak tatkala namanya atau nama temannya, bahkan nama kotanya saja yang disebut, sebagai pemenang. Aku pun tak kalah girang, karena berhasil menjadi Juara I Lomba Menulis. Beberapa temanku,  dari kelompok-kelompok lain dalam satu kota, Alhamdulillah juga meraih prestasi. Ada yang Juara I, Juara II,  dan beberapa Juara Harapan.

Usai semua pemenang lomba diumumkan, ternyata masih ada satu lagi kategori pemenang. Kota yang menggondol banyak piala Juara I akan menyabet penghargaan sebagai Kota Paling Kreatif. Lalu Bapak Pejabat itu pun, lagi-lagi dengan gaya noraknya, berkoar penuh semangat,
 
“Pemenangnya adalah.. Kotaaaa… apa yaaaa..?”
 
Penonton berseru-seru, memohon-mohon agar segera diumumkan. Dan Bapak Pejabat itu tampak menikmati betul rasa kepenasaranan penonton. Dengan senyum lebarnya yang sarat kepuasan, ia berteriak,
 
“Pemenangnyaaa… Kotaaa… Huuujaaaannn…!”

Wow.. itu kotaku! Berjingkrak-jingkraklah teman-temanku menarikan kegembiraan. Binar-binar kebahagian terpancar dari mata kami. Dan rupanya masih ada pengumuman lain.

“Kota Hujan.. akan mendapat piala dan hadiah uang.. sebesaarrr… liiimaaa puluh jutaaa ruppiaaahh..!” 

Bapak Pejabat itu makin lebar senyumnya karena merasa berhasil membuat suasana semakin gegap gempita. Teriakan histeris membahana.

Bisakah kau bayangkan menerima hadiah uang lima puluh juta rupiah? Sungguh, kejutan luar biasa! Kami senang bukan buatan. Uang itu akan kami bagi secara adil sesuai dengan perolehan prestasinya. Yang Juara I akan mendapat bagian paling besar, dan Juara-juara lain menyusul berdasarkan urutannya.

Kami pulang ke Kota Hujan dengan hati berbunga-bunga. Senyum-senyum manis tersungging di banyak bibir, menepis letih yang tergambar di wajah kami.

Keesokan harinya, kami berkumpul hendak membicarakan masalah hadiah limapuluh juta rupiah itu. Sang Ketua Rombongan angkat bicara.
 
“Sahabat-sahabatku, hingga larut malam tadi, saya berkutat dengan angka, menghitung pembagian hadiah uang limapuluh juta, agar benar-benar adil dan merata.”
 
Takzim kami mendengar kalimat indah itu. Lalu, sambil menghela nafas dalam-dalam, Sang Ketua melanjutkan pembicaraan.
 
“Namun tadi pagi, saya ditelpon oleh Pimpinan Pusat Kelompok Ibu-Ibu Kreatif. Katanya, uang itu adalah sumbangan dari Kementrian Negara Urusan Kreativitas Rakyat bagi Kelompok Ibu-Ibu Kreatif yang sudah memiliki anggota lebih dari seratus orang dan telah memperoleh Sertifikat Kreatif dari perwakilan kota dengan predikat: A!”

Senyap menyergap. Kami saling berpandangan. Manalah ada diantara kami yang memiliki anggota kelompok berjumlah sebanyak itu, dan Sertifikat Kreatif pun belum kami peroleh, karena untuk mendapatkannya konon harus menyogok banyak rupiah kepada Tim Penilai.

Dalam kehampaan itu, suara Ketua kembali terdengar. Kali ini iramanya lunglai.
“Karena kita tidak memenuhi syarat dan ketentuan yang berlaku, maka uang tersebut, katanya akan dikembalikan ke kas Negara.”

2 komentar: